Syaikh Abu Bakr Al-Jazairi berkata bahwa kantuk dan tidur adalah sifat
kekurangan. Sedangkan Allah Ta’ala memiliki sifat yang sempurna secara
mutlak. Kalimat yang menyatakan Allah tidak mengantuk dan tidak tidur ada
kaitan dengan kalimat sebelumnya dalam ayat. Yaitu siapa yang mengantuk
dan tidur tentu tidak memiliki sifat qayumiyyah terhadap makhluknya.
Artinya, kalau Allah itu mengantuk dan tertidur tentu sulit untuk
menjaga, memberi rezeki dan mengatur berbagai makhluk yang ada.
(Aysar At-Tafasir, hlm. 117-118)


0 komentar:
Posting Komentar